Sejarah Diadakannya Pembagian Kasta di Bali

0
292
Kasta di Bali (Sumber : nyamenusanet.blogspot.co.id)
Kasta di Bali (Sumber : nyamenusanet.blogspot.co.id)

Dalam agama Hindu, sejatinya tidak mengenal istilah kasta. Kata kasta sebenarnya diambil dari bahasa spanyol (casta) yang artinya pembagian masyarakat. Istilah yang termuat dalam kitab Veda adalah Warna. Apabila anda mengacu pada kitab Bhagavadgita, Warna yang dimaksud yakni Catur Warna. Catur Warna adalah empat pilihan hidup atau empat pembagian dalam kehidupan berdasarkan bakat (guna) dan keterampilan (karma), serta kualitas kerja yang dimiliki sebagai akibat pengembangan bakat yang tumbuh dari dalam diri dan ditopang oleh ketangguhan mental dalam menghadapi suatu pekerjaannya. Sementara itu, yang hadir di dalam kehidupan masyarakat Bali adalah Wangsa, yakni sistem kekeluargaan yang diatur menurut garis keturunan.

Di Indonesia sendiri kasta tidak pernah ditemukan hingga usai kerajaan Hindu-Majapahit kisaran abad 14 akhir. Kasta mulai hadir setelah runtuhnya kerajaan Hindu-Majapahit. Adapun beberapa contoh bukti yang menunjukkan bahwa tidak adanya kasta pada masa Majapahit:

  • Patih Gajah Mada, merupakan orang yang lahir tanpa diketahui asal keturunannya. Kemudian menjadi Ksatrya yang terkemuka di sepanjang sejarah Indonesia.
  • Mpu Sendok, merupakan seorang Brahmana namun anak-anaknya menjadi Ksatrya di Medang Kemulan.
  • Damar Wulan, seorang pengangon/ pengurus kuda yang kemudian menjadi Ksatrya di Majapahit. Lalu berganti namanya menjadi Brawijaya.

Kasta Bali dimulai saat pulau Bali dipenuhi dengan kerajaan-kerajaan kecil. Kemudian Belanda pun datang mempraktekkan politik pemecah belah, kasta dibuat dengan nama yang diambil dari ajaran Hindu, Catur Warna. Kemudan orang Bali dibuat bingung mana yang disebut kasta dan mana yang disebut Catur Warna. Kesalah pahaman sengaja dibuat rancu oleh mereka yang terlanjur memiliki kasta tinggi. Sehingga timbullah polemik masyarakat Hindu di Bali, dalam pemahaman dan pemaknaan warna, kasta, dan wangsa yang berkepanjangan.

Baca juga:  Sejarah Desa Adat di Bali

Catur Warna sendiri dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu:

  • Brahmana, merupakan golongan fungsional di dalam masyarakat yang dimana setiap orangnya menitik beratkan pengabdian dalam swadharmanya di bidang kerohanian keagamaan. Jika dalam kasta diberi gelar “Ida Bagus (laki-laki) dan Ida Ayu (perempuan)”. Golongan ini disimbolkan dengan warna putih.
  • Ksatrya, merupakan golongan fungsional di dalam masyarakat yang setiap orangnya menitik beratkan pengabdian dalam swadharmanya di bidang kepemimpinan, keperwiraan dan pertahanan keamanan negara. Jika di dalam kasta di beri gelar “Anak Agung“. Golongan ini disimbolkan dengan warna merah.
  • Wesya, merupakan golongan fungsional di dalam masyarakat yang setiap orangnya menitikberatkan pengabdiannya di bidang kesejahteraan masyarakat (perekonomian, perindustrian, dan lain- lain). Jika dalam kasta diberi gelar “Gusti Bagus (laki-laki) dan Gusti Ayu (perempuan)”. Golongan ini disimbolkan dengan warna kuning.
  • Sudra, merupakan golongan fungsional di dalam masyarakat yang setiap orangnya menitikberatkan pengabdiannya di bidang ketenagakerjaan. Jika dalam kasta tidak terdapat gelar. Biasanya Diberi nama depan Wayan, Made, Nyoman, Ketut. Golongan ini biasanya disimbolkan dengan warna hitam.

Pada saat ini, sejalan dengan perkembangan jaman, masyarakat Bali sebagian besar memudarkan paham kasta. Paham kasta hanya sekedar formalitas pada nama saja. Dewasa ini sudah tidak lagi membeda-bedakan siapa saja yang bisa menjadi pemimpin asal memiliki keterampilan dan sikap teladan.

Begitulah kiranya sejarah diadakannya kasta di Bali. Sesungguhnya kasta itu sendiri tidaklah mengapa tetap diadakan karena sudah melekat dengan budaya Bali. Namun yang perlu dihilangkan adalah sikap membedakan tinggi rendahnya seseorang melalui kastanya.

Demikianlah artikel mengenai penjelasan singkat dari sejarah diadakannya pembagian kasta di Bali. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi anda dan kita semua.

Baca juga:  Makna Hari Raya Siwaratri dalam Hindu Bali

Sumber : http://inputbali.com/sejarah-bali/sejarah-adanya-kasta-di-bali

NO COMMENTS