Asal Usul di Balik Pura Khayangan Tiga Bali

0
264
Pura Desa Ubud (Sumber : Flickr)
Pura Desa Ubud (Sumber : Flickr)

Bali sudah banyak dikenal akan ciri khas adatnya. Tidak hanya diakui di Indonesia saja, Bali sudah menarik perhatian dunia di segi pariwisatanya. Salah satu yang menambah nilai khas nuansa bali yaitu banyaknya pura – pura. Bahkan Bali juga sering mendapatkan julukan sebagai Pulau Seribu Pura. Salah satu pura yang terkenal di bali adalah pura Khayangan Tiga yang terdapat disetiap desa adat.

Asal-usul Pura Khayangan Tiga disetiap Desa Adat cukup sulit diketahui, sebab masih belum dapat menemukan sumber tertulis yang menyebutkan secara jelas. Salah satu cerita sejarah yang banyak dipercayai yaitu, Pura Khayangan Tiga berawal ketika pada masa sebelum raja suami-istri Udayana – Gunapriya Darmapatni. Yakni terjadi pada kisaran tahun 989 s.d 1011 M. Pada saat itu pula Bali memiliki banyak aliran keagamaan seperti Wesnawa, Bairawa, Pasputa, Brahmana, Boda, Sora dan lain-lain.

Banyaknya aliran-aliran keagamaan tersebut menimbulkan perbedaan kepercayaan, sehingga mengakibatkan adanya beberapa perbedaan bahkan pertentangan pendapat. Pertentangan tersebut memberikan pengaruh buruk terhadap jalannya roda pemerintahan dan mengganggu kehidupan Masyarakat. Menyadari hal tersebut maka raja Udayana menugaskan Empu Kuturan untuk mengadakan pertemuan (pasamuhan) para tokoh agama di bali, yang diadakan di Desa Bedahulu, Gianyar.

Pasamuhan tersebut menghasilkan keputusan berisisi diharuskannya agar dalam lingkungan masyarakat desa dibangun Khayangan Tiga. Khayangan Tiga berfungsikan sebagai tempat suci untuk memuja Tri Murthi yaitu : Brahma, Wisnu, Siwa, yang merupakan manifestasi Hyang Widhi Wasa. Pasamuhan tersebut membuat sekte-sekte dalam masyarakat Bali berhasil lebur dan manunggal (menyatu).

Pura Puseh Batuan (Sumber : bali-trans.com)
Pura Puseh Batuan (Sumber : bali-trans.com)

Secara etimologi, Khayangan Tiga terdiri dari dua kata yakni khayangan dan tiga. Khayangan diambil dari kata hyang (suci), awalan ka- akhiran-an menunjukan tempat dan kata tiga berarti 3.

Baca juga:  Sejarah Diadakannya Pembagian Kasta di Bali

Tiga buah tempat suci itu terdiri dari:

  • Pura Desa, pemujaan Dewa Brahma (Pencipta Alam Semesta)

Pura ini biasanya dibangun di tengah salah satu sudut dari Caturpata (perempatan Agung). Di sudut lain terdapat bale wantilan (bale desa) rumah pejabat desa, pasar dengan Pura Melanting.

  • Pura Puseh, pemujaan Dewa Wisnu (Pemelihara)

Pura ini biasanya dibangun pada bagian arah selatan dari desa yang mengarah ke pantai.

  • Pura Dalem, pemujaan Dewa Siwa dalam wujud Dewi Durga (Pemralina Alam Semesta)

Pura ini dibangun mengarah ke barat daya dari desa. Sebab arah barat daya adalah arah mata angin yang dikuasai oleh Dewa Rudra, yaitu aspek Siwa yang berfungsi mempralina segala yang hidup.

Pura Dalem Agung Padangtegal (Sumber : popularresort.blogspot.com)
Pura Dalem Agung Padangtegal (Sumber : popularresort.blogspot.com)

Demikianlah artikel mengenai penjelasan singkat dari Asal-Usul Pura Khayangan Tiga, Bali. Semoga informasi tersebut bermanfaat bagi anda dan kita semua.

Sumber : http://inputbali.com/sejarah-bali/sejarah-adanya-pura-khayangan-tiga-di-bali

NO COMMENTS